Alam
memberikan segalanya bagi orang yang ingin memeliharanya, begitu yang
dilakukan oleh warga Desa Tempur dan Desa Sinatah, mereka ingin berkarya
memajukan perekonomian mereka dan mengembangkan potensi alam yang
dimilikinya dengan meningkatkan pemahaman, ketrampilan dan pengembangan
pemasaran produk olahan dari hasil bumi sendiri.
Warga desa sebagian besar bekerja sebagai petani penggarap sawah dan untuk mencukupi kebutuhan sehari harinya dengan menjual hasil dalam berkebun kopi, mereka juga sangat aktif dalam kegiatan menaikan nilai jual dari hasil tani mereka. Beberapa usaha yang sudah dilakukan, diantaranya pembuatan ceriping talas, ceriping ketela, ceriping pisang, olahan minuman dari bubuk jahe dan kopi.
Desa Tempur dan Sinatah dapat menjadi sentra makanan khas bagi daerahnya sendiri. Strategi dalam peningkatan nilai tambah untuk usaha peningkatan desa, termasuk perkebunan kopi, pertanian dan wisata alam adalah dengan melakukan proses pengolahan produk, sehingga sebagian produk tidak dijual mentah, juga pemberian konten pemasaran dan memadukan antara sektor unit warga desa serta pariwisata alam lereng Muria.
Kami ingin desa desa di lereng Muria diwilayah bagian Jepara tetap mengandalkan suasana perdesaan untuk “dijual” ke wisatawan. Disini para wisatawan menikmati makanan tradisional, lansekap alam, dan menyelami kebudayaan lokal. Kami juga sangat mendukung pembangunan kemandirian desa, melalui produk olahan hasil potensi desanya sendiri dan pelestarian lingkungan alam menjadi produk pariwisata yang inovatif dan konstruktif.
Potensi wisata desa yang di miliki Jepara yang luar biasa ini kami harapkan dapat dapat menjadi andalan dan bisa meningkatkan taraf kehidupan warganya. Masing-masing daerah memiliki kekhasan atau penonjolan karakteristik alam maupun sosio kultural dan aspek lainnya. Kami juga ingin mengajak peran serta warga dalam memelihara sumber daya alam dan budaya yang dimiliki dengan melakukan kreatifitas pengembangan wisata alam dan wisata budaya dalam perspektif kemdirian dengan tetap memelihara kelestarian alam dan nilai-nilai budaya loka yang sudah ada.
Warga desa sebagian besar bekerja sebagai petani penggarap sawah dan untuk mencukupi kebutuhan sehari harinya dengan menjual hasil dalam berkebun kopi, mereka juga sangat aktif dalam kegiatan menaikan nilai jual dari hasil tani mereka. Beberapa usaha yang sudah dilakukan, diantaranya pembuatan ceriping talas, ceriping ketela, ceriping pisang, olahan minuman dari bubuk jahe dan kopi.
Desa Tempur dan Sinatah dapat menjadi sentra makanan khas bagi daerahnya sendiri. Strategi dalam peningkatan nilai tambah untuk usaha peningkatan desa, termasuk perkebunan kopi, pertanian dan wisata alam adalah dengan melakukan proses pengolahan produk, sehingga sebagian produk tidak dijual mentah, juga pemberian konten pemasaran dan memadukan antara sektor unit warga desa serta pariwisata alam lereng Muria.
Kami ingin desa desa di lereng Muria diwilayah bagian Jepara tetap mengandalkan suasana perdesaan untuk “dijual” ke wisatawan. Disini para wisatawan menikmati makanan tradisional, lansekap alam, dan menyelami kebudayaan lokal. Kami juga sangat mendukung pembangunan kemandirian desa, melalui produk olahan hasil potensi desanya sendiri dan pelestarian lingkungan alam menjadi produk pariwisata yang inovatif dan konstruktif.
Potensi wisata desa yang di miliki Jepara yang luar biasa ini kami harapkan dapat dapat menjadi andalan dan bisa meningkatkan taraf kehidupan warganya. Masing-masing daerah memiliki kekhasan atau penonjolan karakteristik alam maupun sosio kultural dan aspek lainnya. Kami juga ingin mengajak peran serta warga dalam memelihara sumber daya alam dan budaya yang dimiliki dengan melakukan kreatifitas pengembangan wisata alam dan wisata budaya dalam perspektif kemdirian dengan tetap memelihara kelestarian alam dan nilai-nilai budaya loka yang sudah ada.